Ini tahun-tahun lalu, dimana kala itu aku menangis pilu
Aku pernah terabaikan
Terasingkan oleh sesuatu yg kau anggap baru
hari itu jum'at ketika kubaca pesan singkatmu
Kau marah padaku
Hanya karena aku memposting tingkah lakumu
kau merasa menyesal menemaniku
Kau ingin bersegera menyelesaikan semua kepentinganku
Aku bergegas menuju tempatmu
Saat itu, kau melangkah bersama temanmu
Menuju sebuah masjid untuk ibadah jum'at bersamamu
Kulihat muka masam, tanpa senyum dan raut penuh kebencian di wajahmu
Aku tertunduk menahan pilu
Lalu kau katakan, tunggu.. setelah aku selesaikan ibadahku
Sebuah ruko kosong tempatku beristirahat
Penuh keringat, lekat aku sendiri tanpa sahabat
Beberapa menit aku menunggumu termanggu sendiri membisu
Sampai pada akhirnya kau selesaikan ibadahmu, kemudian kau kembali bersama temanmu
Sekali lagi kau lalui aku,
Tunggu saja disana katamu, aku harus ganti baju
Kembali tanpa senyum di wajahmu, seolah kita tak pernah kenal sebelumnya, tak pernah melalui hari bersama bahkan seolah tak punya cerita indah
Beberapa menit ku tunggu tetap di ruko kosong itu
Hari itu cuaca begitu panas, ketingat menetes tanpa protes
kau biarkan aku sendiri di bawah pelataran atap tanpa basa basimu untuk mengajak
Aku bertanya, seolah kau tak punya hati, temanmu hanya diam membisu.
Kemudian kau menghampiriku, mengatakan
Mari kubantu selesaikan semua urusanmu lalu kita pulang
Aku hanya tersenyum dan menaiki kendaraan bersamamu
Di perjalanan aku dan kamu membisu, seperti musuh yg tak sengaja bertemu, sekali lagi seolah kita belum pernah bertemu, seolah kita tak pernah bersama , bahkan seolah kita tak punya cerita indah
Hari itu ketika hatimu terbagi, kau terpikat oleh pesona mereka wanita-wanita lain disana
Waktu itu 3 tahun perjalanan kisah kita, ya mungkin saja kau merasa jenuh mungkin juga kau bosan.
Saat kau membuka lebar hatimu, agar mereka masuk dlm kehidupanmu, saat itulah aku tak lg mengenalmu, seperti batu,
Seolah tak kau tak melukaiku, sekali lg aku tersenyum padamu
Kau mungkin lupa, berapa banyak peluang untukku mendua
Namun tetap memilih setia
Tapi sekali lg hatimu buta, saat itu kau tak peduli tentang luka.
kukira kau takkan kembali, menjadi dirimu seperti sekarang lg , sungguh itu terlalu menyakiti
saat ini 5th perjalanan kisah kita memang semua telah kumaafkan namun tetap ku ingat dan tak bisa kulupakan.
coretan Amel
Jumat, 22 Januari 2016
Kau mungkin lupa, berapa banyak peluangku untuk mendua, namun kupilih untuk setia
Minggu, 17 Januari 2016
PALSU
Kepura-puraan
hanya akan menghukum hati kita
Terutama ketika kita pura-pura bahagia
Bagaimana tidak , itu artinya kita harus tersenyum di tengah duka
Layaknya memakan sesuatu yang sebenarnya ingin di muntahkan
Lalu .. apakah kau akan terus hidup dalam kepura-puraan ?
itu artinya kau harus menikam dirimu yang sebenarnya setiap waktu
Jalanilah walau itu semu
Setidaknya kau bahagiakan dirimu sendiri meski tak seindah semestinya -Ameylia aziz
Posted via Blogaway
Jumat, 15 Januari 2016
MENUNGGU
Menunggu..
Tak selalu jemu..
Walau kadang ia menuntuntuk
Dalam lamunan semu
Hmm.. jam menunjukkan pukul 12
Namun belum jua tampak ia walau sekilas
Ada rasa was-was bercampur cemas
Akankah ia hadir di saat yang pas
Lalu kembali aku meraih bangku
Duduk kembali dan menatap kedepanku
berharap nada langkah kaki menujuku
Dan aku kembali menunggu..
Minggu, 10 Januari 2016
RAIN
apa yang kau baca ?
saat rinai hujan perlahan jatuh
aku mendengar nyanyian rindu di dalam rintiknya
aku membaca kenangan kita di dalam genangannya
lalu apa yang kau tulis ?
aku menulis bait demi bait syair dan nyanyian rindu
bersama rintik dan genangan hujan sehingga ia menjadi melodi dan bercerita
ada kisah kita di dalamnya. - AmeyliaAziz-